file%2fpictures%2f93674%2fconvert%2funited_625x352
Di periode 80-an dan awal 90-an, Manchester United juga pernah menjalin kerjasama dengan produk apparel kenamaan asal Jerman, Adidas. Menariknya selama bekerjasama dengan Adidas, prestasi Manchester United justru menurun.

Per 01 Agustus 2015, Manchester United secara resmi mengganti produk apparel mereka dari Nike ke Adidas. Nilai kontrak sebesar 75 juta poundsterling harus dibayar produk apparel asal Jerman tersebut dengan durasi kontrak selama 10 tahun.

Bukan kali ini saja Adidas dan Manchester United menjalin kerjasama. Di awal 80-an hingga awal 90-an, Adidas dan Manchester United menjalin hubungan kerjasama.

Menengok era tersebut muncul sejumlah fakta menarik terkait prestasi Manchester United bersama Adidas di liga Primer Inggris. Berikut empat kisah perjalanan Manchester United selama bekerjasama dengan Adidas:

Manchester United 1980/81

Pada musim ini, Adidas menjadi produk apparel yang bekerjasama dengan tim yang saat itu dilatih oleh Dave Sexton. Di musim ini prestasi Manchester United jeblok, bahkan di akhir musim, Dave Sexton harus dipecat manajemen klub. Pemecetan Dave Sexton terbilang wajar pasalnya prestasi klub sangat buruk.

Di tabel liga Primer Inggris, Red Devils hanya meraih 15 kali kemenangan, 18 kali seri dan 9 kali kalah. Di akhir musim, Manchester United terjebak di urutan ke 9. Di ajang Piala FA, perjalanan Manchester United terhenti di babak ke 4 usai dikalahkan oleh Nottingham Forrest dengan skor 1-0.

Di kancah Eropa, Manchester United hanya mampu sampai pada babak 1. Lebih parahnya lagi klub yang menghentikan langkah Manchester United ialah klub kecil dari Polandia, Widzew Lodz. Di leg pertama kedua tim bermain imbang 1-1 sementara di leg kedua juga bermain imbang namun tanpa gol.

Manchester United 1982/83

Usai Dave Sexton beri hasil buruk ke Manchester United, direksi memutuskan untuk mengangkat pelatih baru, Ron Atkinson. Sebagai pelatih baru, pelatih asal Liverpool itu langsung mencoba mengangkat prestasi Red Devils. Ia mampu berikan secercah harapan saat mampu mengangkat Manchester United ke peringkat tiga.

Di kancah Eropa, langkah Manchester United terhenti pada babak I Piala UEFA. Manchester United dikalahkan oleh wakil Spanyol, Valencia. Di leg pertama, kedua tim bermain imbang tanpa gol di Old Trafford sedangkan pada laga tandang, Manchester United harus kalah 1-2 di stadion Mestalla.

Manchester United 1983/1984

Di musim ini, Manchester United dilatih oleh Ron Atkinson. Jika dibandingkan prestasi di musim 1980/81, prestasi musim ini sedikit lebih baik namun tetap saja tidak bisa dibilang prestasi bagus. Pasalnya di akhir musim liga Primer Inggris, Manchester United hanya berada di peringkat 4. Satu-satunya gelar yang diraih oleh tim besutan Ron Atkinson itu ialah piala Community Shiled usai kalahkan Liverpool dengan skor 2-0. Dua gol Manchester United dicetak oleh Bryan Robson.

Pada ajang Piala FA, langkah Manchester United yang saat itu diperkuat oleh  Mark Hughes hanya mampu sampai pada babak ketiga usai dikalahkan tim yang musim ini promosi ke liga Primer Inggris, Bournemouth dengan skor 0-2.

Di kancah Eropa, Manchester United saat itu berlaga di ajang Piala Winners. Harapan untuk bisa meraih titel pupus usai pada babak semifinal, Manchester United dikalahkan wakil Italia, Juventus dengan agregat skor 1-2.

Manchester United 1988/89

Usai Ron Atkinson tidak dapat memberi gelar dan kepuasaan kepada direksi Manchester United, tampuk kepelatihan pun beralih kepada pelatih muda saat itu asal Skotlandia yang kelak menjadi pelatih legenda Manchester United, Sir Alex Ferguson. Namun sebagai pelatih baru, Sir Alex pun di tahun-tahun awal belum mampu membawa prestasi membanggakan untuk Red Devils.

Bahkan di akhir musim liga Primer Inggris, tim yang bermarkas di Old Trafford itu terlempar dari 10 besar dan bertengger di peringkat ke 11. Manchester United saat itu menderita 13 kali kalah dan hanya mampu meraih 13 kemenangan dan 12 hasil imbang. Di ajang Piala FA, Red Devils harus terhenti di babak keenam usai dikalahkan oleh Nottingham Forest.

Advertisements