Kota Manchester, Inggris ialah salah satu ikon sepakbola Inggris dengan diwakili dua klub besar, Manchester United dan Manchester City. Menariknya duo Manchester ini didukung oleh dua pendukung dari kalangan artis yang berbeda ‘kepribadian’.

Suara sengau Liam Gallagher berkumdang saat puluhan ribu orang sudah memadati stadion Etihad. Sayup-sayup dari lorong ganti pemain, Liam bersenandung, ‘Today was gonna be the day?//But they’ll never throw it back to you//By now you should’ve somehow//Realized what you’re not to do’ 

Lagu ini sukses membakar semangat Sergio Aguero dan kolega saat City lakoni lagu penentuan musim 2012/13 melawan QPR. Saat itu City wajib menang demi meraih kemenangan liga Primer Inggris. ‘Today is gonna be the day’ City sukses meraih gelar juara Liga Primer Inggris usai jalani laga dramatis.

Grup band Oasis memang sudah jadi pemain ke 13 setelah fans yang selalu membakar semangat pasukan Citizen. Liam bahkan kadang berikan komentar kontroversial demi tunjukan kecintaannya kepada City. Salah satu komentarnya ialah merelakan istrinya bercinta dengan pemain Manchester City.

Oasis utamanya Gallagher bersaudara memang sangat militan untuk City. Lantas bagaimana dengan tetangga Manchester United? Manchester United seperti diketahui berbanding terbalik dengan City.

Berikut hal-hal menarik lainnya:

Oasis dan Man City

Popularitas Oasis memang membuat Gallagher bersaudara miliki tempat khusus di City. City pun sering mengundang keduanya sebagai tamu istimewa. Ada hubungan timbal-balik antara Oasis dan City. Keduanya memiliki hubungan dekat.

Saking dekatnya, seisi stadion Etihad melantunkan Wonderwall selepas pertandingan dramatis melawan Queens Park Rangers di akhir musim 2011/12. Bukan chants terkenal seperti Blue Moon atau Oh Man City, melainkan Wonderwall yang dipopulerkan Oasis. Mereka layaknya saudara tak seorang tua.

Manchester United dan pria bersolek

Jika City ‘digawangi’ oleh kumpulan pria Inggris yang dikenal sebagai ‘bad boy’ maka berbeda dengan Manchester United. United diketahui memiliki fans dari kalangan ‘good boy’ yakni personil boy band, One Direction, Niall Horan. Bahkan diketahui Nial Horran sampai berkunjung ke ruang ganti pemain Manchester United dan berfoto dengan sejumlah personil Manchester United seperti Wayne Rooney dan Juan Mata.

Horan memang beda dengan Liam. Jika di darah Liam sudah ada darah biru, warna khas Manchester City berbeda Horan yang malah jadi ‘perusak’ semangat militansi Manchester United. Entah malu atau tidak, ketertarikan Horan untuk dukung Manchester United justru tak dianggap oleh pihak klub. Bahkan van Gaal pernah berang karena anak asuhnya harus bermain di lapangan bekas konser One Direction.

Beda Militansi

Jika Liam sangat total mendukung Manchester City bahkan sampai keluarkan pernyataan kontroversil dengan rela membiarkan istrinya berhubungan badan dengana pemain City, maka tidak dengan Horan. Horan hanya sekedar ‘cheer’ semata di mata fans Manchester United. Beda militansi di keduanya memang sangat terasa. Kadang ini jadi bahan celaan fans Manchester City karena klub sebesar United didukung oleh kumpulan laki-laki pesolek.

Advertisements