FIFA kembali menjadi headline media internasional usai berikan sanksi kepada dua petinggi sepakbola dunia, Sepp Blatter serta calon presiden FIFA, Michale Platini serta Chung Mong Joon. Badai belum berlalu di tubuh FIFA.

Skandal dan skandal terus jadi tema pemberitaan untuk badan tertinggi sepakbola dunia atau FIFA. Terbongkarnya kasus skandal suap dan korupsi FIFA yang sebelumnya melibatkan sejumlah wakil presiden FIFA beberapa bulan lalu, kini masuki babak baru.

Michael Platini yang dianggap bersih dan layak gantikan presiden FIFA, Sepp Blatter yang sudah kepalang jadi sosok antagonis ternyata memiliki borok juga. Eks legenda Juventus ini baru dijatuhi sanksi dari komite Etik FIFA. Ia dilarang beraktifitas di sepakbola selama 90 hari.

FIFA kembali semakin terpuruk usai calon presiden FIFA yang lain, Chung Mong Joon kembali mendapat sanksi dari komite etik. Berikut badai yang mendera FIFA selama setahun belakangan ini:

Skandal Suap Petinggi FIFA

Publik dibuat gempar usai aparat kepolisian Swiis dibantu FBI membongkar kasus suap dan korupsi di tubuh FIFA. Terbongkarya kasus ini dengan ditandai proses tangkap tangan sejumlah petinggi FIFA yang miliki jabatan sebagai wakil presiden FIFA.

Penangkapan keenam pejabat tinggi FIFA menurut New York Times didasari beberapa sangkaan diantaranya pemerasan, penipuan serta pencucian uang. Sebelumnya sempat terlontar kabar bahwa beberapa pejabat tinggi di federasi sepakbola zona Amerika Utara, tengah dan Karibia (CONCACAF) dituduh menerima suap sebesar 150 juta dollar.

Salah satu pelakunya, Jerome Valcke telah mendapat sanksi dari komite etik FIFA. Seperti diberitakan BBC, Valcke dituding melakukan korupsi terkait penjualan tiket Piala Dunia ke pasar gelap. Valcke sendiri diduga merupakan dalang di balik super mahalnya harga tiket pertandingan Piala Dunia 2014 lalu. Keuntungan yang didapat diyakini masuk kantong pribadinya.

Keterlibatan Koorporasi Internasional

Dilansir dari Reuters, meski masih terlalu dini menyimpulkan bahwa sejumlah bank ternama ikut terlibat dalam kasus korupsi FIFA namun temuan dari penyidik FBI mengungkap bahwa bank-bank tersebut turut berperan dalam praktek kotor tersebut.

Bank-bank yang dituduhkan ikut terlibat diantara JP Morgan Chase, Citigroup, Bank of America, Barclays, HSBC dan Republik Bank RBL. Pihak dari JP Morgan, Bank of America serta Barclays menolak berkomentar terkait tuduhan tersebut.

Kontrak Senjata

Kasus korupsi FIFA bahkan dikabarkan berkaitan dengan adanya kontrak senjata antara pemerintah Jerman dengan Arab Saudi.

Menurut surat kabar Jerman, Die Zeit, pemerintah Jerman yang kala itu dipimpin oleh Kanselir Gerhard Shroeder memasok senjata ke Arab Saudi sebagai imbalan dukungan Arab Saudi pada pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2010.

Atas laporan tersebut, pihak berwenang yakni Jaksa Agung Amerika Serikat kabarnya juga akan menyelidiki tender tuan rumah Piala Dunia 1998, 2006, 2010, 2018 dan 2022. Kabarnya bahkan FBI dan otoritas Brasil menyelidiki kontrak tuan rumah Piala Dunia 2010 yang berlangsung di Brasil.

Pemerasan 150 juta Dollar

Sebanyak 14 pejabat FIFA didakwa di AS pada Mei lalu atas dugaan pemerasan yang melibatkan dana lebih dari 150 juta dolar. Namun Jaksa Agung Loretta Lynch memperkirakan dakwaan terhadap mereka akan bertambah menyusul bukti baru hasil penyelidikan kasus ini.

“Lingkup penyelidikan kami tidak terbatas, dan kami mengikuti bukti-bukti ke mana mereka tertuju,” kata Loretta.

“Saya menerima banyak bukti penting serta dukungan dalam bentuk kerjasama dalam penanganan kasus ini,”

“Berdasarkan pada kerja sama dan bukti baru itu, kami mengantisipasi pengejaran dakwaan-dakwaan tambahan terhadap mereka.”

Eropa Keluar dari FIFA

Kasus dugaan korupsi dan pencucian di tubuh FIFA, memang tak bisa dipisahkan dari Sepp Blatter. Sedikit banyak, Blatter dipastikan mengetahui apa yang terjadi.

Karenanya Presiden UEFA Michel Platini yang geram dengan insiden ini menyerukan pemboikotan terhadap FIFA jika Sepp Blatter kembali terpilih sebagai presiden dalam pemilihan yang digelar di Zurich, Swiss, Jumat 30 Mei hari ini, waktu setempat.

Jika ini terjadi, Piala Dunia 2018 dipastikan tidak berjalan seru karena Inggris, Italia, Jerman, Spanyol, dan Prancis yang merupakan anggota UEFA tidak akan ikut berlaga.

Platini Terlibat

Michel Platini seperti dilansir the guardian terlibat skandal korupsi dan suap FIFA. Eks pemain Juventus ini disebut telah menerima uang sebesar 1,35 juta poundsterling dari Sepp Blatter.

Dugaan keterlibatan Platini dikemukakan penyidik kasus FIFA di Swiss. Uang tersebut diterima Platini pada Februari 2011 lalu. Uang itu ialah bagian dari kontrak televisi terkait kompetisi sepakbola yang diselenggarakan FIFA.

Atas tuduhan ini, komite Etik FIFA resmi menjatuhkan hukuman pada Presiden FIFA Sepp Blatter dan Presiden UEFA Michel Platini untuk tidak aktif dalam kegiatan sepak bola selama 90 hari kedepan.

Advertisements