Kedekatan antara Sukarno, proklamator dan presiden pertama Indonesia dengan tokoh revolusioner Kuba, Che Guevara sudah jadi rahasia umum. Keduanya tidak hanya didekatkan karena kesamaan visi misi namun suka kesukaan pada sepakbola.

Hari ini, 06 Juni 2016 tepat 115 tahun yang lalu, Putra Sang Fajar, Sukarno lahir ke muka bumi. Perjalanan hidup membuat pria berdarah Bali ini jadi pemimpin Indonesia yang dikagumi oleh banyak pihak.

Sukarno memang dikenal memiliki banyak kawan karib dari seluruh dunia. Rata-rata tokoh besar dunia yang menjalani persahabatan dengan Sukarno memiliki kesamaan misi soal perjuangan bagi mereka yang tertindas.

Salah satu dari kawan karib Sukarno ialah tokoh yang menjadi idola legenda hidup Argentina, Diego Maradona yakni tokoh kelahiran Argentina namun lebih dikenal sebagai tokoh revolusioner Kuba, Ernesto Che Guevara.

Pertemanan kedua tokoh yang dibenci Amerika Serikat kala itu terjadi pada 1959. Che Guevara yang saat itu menjabat Menteri Perindustrian Kuba dan Kepala Bank Nasional Kuba berkunjung ke Jakarta dan bertemu dengan Sukarno.

Keduanya pun terlibat dalam obrolan yang sangat hangat tentang banyak hal. Sukarno saat diminta menggambarkan sosok Che Guevara mengatakan,

“Bagi saya, Guevara ialah perubahan sejarah. Ia mampu memporakporandkan pondasi lama yang korup untuk Kuba yang lebih baik,” kata Sukarno saat selesai makam malam dengan Guevara.

Terlepas dari urusan politik, satu hal yang menarik dari kedua tokoh ini ialah kesamaan keduanya untuk urusan sepakbola. Sudah jadi rahasia umum bahwa Guevara suka dengan sepakbola selain baseball, pun dengan Sukarno.

Keduanya pun sama-sama menginspirasi pesepakbola atau atlet modern saat ini untuk jadi manusia yang tak pantang menyerah. Seperti disinggung diawal bahwa Guevara merupakan sosok idola dari Maradona sedangkan Sukarno menjadi idola bagi banyak atlet profesional Indonesia saat ini.

Sepakbola jadi alat perjuangan bagi Sukarno

Sukarno seperti artikel Indosport.com berjudul ‘Kisah Heroik Soekarno, Sepakbola dan Andilnya ‘Jinakkan’ Timnas Malaysia’ menggunakan sepakbola sebagai alat perjuangannya melawan kolonialisme.

Saat masih menempuh pendidikan di ELS pada 1911, Sukarno kecil sangat suka dengan sepakbola dan beberapa kali bermain sepakbola melawan orang-orang Belanda. Saat sudah memerdekan Indonesia dan jadi Presiden, sepakbola jadi fokus perhatian dari Sukarno.

Sepakbola Indonesia dibawa Sukarno ke tempat tinggi diantara negara-negara Asia kala itu. Sejumlah tim kuat Eropa diminta Sukarno adu tanding dengan timnas. Puncaknya di era Sukarno, timnas Indonesia mampu meraih medali perunggu di ajang Asian Games 1958.

Sebagai alat revolusi, Soekarno juga menganggap olahraga sebagai proses pembangunan kembali martabat bangsa. Bung Karno berniat membangun gelanggang olahraga pada 1958. Proyek itu menelan biaya sebesar 12,5 juta Dolar atau Rp117,6 miliar, yang semuanya bantuan Uni Soviet.

Che Guevara jadi Inspirasi Maradona

Diego Armando Maradona merupakan pesepakbola dunia yang berada di garda paling depan untuk urusan kekaguman kepada Che Guevara. Ia berulang kali menyuarakan komentar-komentar yang pernah disampaikan Che kala masih hidup.

Saking kagumnya Maradona pun merajam lengannya dengan foto wajah Che yang fenomenal, foto itu merupakan hasil jepretan fotografer ternama Kuba, Alberto Korda.

Namun sayang, kekaguman Maradona pada Che tidak disertai dengan tindakannya sehari-hari. Maradona lebih banyak munculkan sisi kontroversi, mulai dari penggunaan obat terlarang hingga sikapnya yang playboy. Hal yang tidak pernah dijalani Che kala masih hidup.

Sebenarnya tidak hanya Maradona yang kagum dengan Che Guevara, ada juga nama Sergio Aguero dan sejumlah pesepakbola profesional lainnya.

Penghargaan Sepakbola ke Sukarno dan Che Guevara

Sayangnya meski jadi inspirasi bagi banyak atlet dan pesepakbola profesional saat ini, sepakbola seperti mengacuhkan kedua sosok ini.

Sukarno misalnya usai huru hara 1965, namanya seperti tak memiliki jasa kepada negara ini. Ia seperti sosok yang tak patut dikait-kaitkan dengan sendi kehidupan negara ini, utamanya di bidang sepakbola.

Baru pada 2016 ini kala PSSI masih mendapat sanksi dari Kemenpora ada turnamen sepakbola yang menggunakan nama Sukarno sebagai kejuaraannya. Pada Januari 2016 lalu usai Piala Jenderal Sudirman berakhir muncul bahwa akan ada turnamen Piala Sukarno.

Menariknya turnamen ini kabarnya tidak diikuti oleh banyak klub mapan negeri ini meksi rencanannya turnamen ini akan digelar di beberapa kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Solo, Semarang, Yogyakarta, Bandung, Medan, Padang dan Jayapura. Rencananya turnamen ini akan digelar pada Maret 2016 lalu namun sampai saat ini, turnamen ini hanya tinggal rencana.

Sedangkan untuk Che Guevara, nasibnya sedikit lebih baik. Sejumlah klub semiprofesinal di daerah Amerika Latin tak sungkan untuk menamakan, mengidentikan klub mereka dengan Che Guevara.

Tercatat ada tiga klub yang memberikan roh Che Guevara salah satunya ialah klub divisi tiga Brasil, Madureira. Klub ini mencantumkan foto Che Guevara di jersey mereka.

Advertisements