file%2fpictures%2f105433%2fconvert%2fsepakbola_625x352

Klub kecil dan amatir di Brasil memiliki trek record sebagai klub dari lembah hitam. Bagaimana tidak, klub ini didanai oleh kartel obat bius dan cara pemain rayakan gol dengan tembakan senjata Ak 47. Leluconkah?

Nama klub sepakbola VA Clube memang tidak terlalu dikenal oleh banyak pecinta sepakbola dunia. Ini memang hanya klub kecil dan amatir dari negara sepakbola, Brasil. Lantas apa yang menarik dari klub ini?

Sebagai salah satu negara yang masuk dalam kategori negara peri-peri menurut Gilpin, Brasil masih memiliki sejumlah masalah-masalah sosial yang meringsek masuk ke banyak bidang, salah satunya sepakbola.

Berikut ulasan menarik  mengenai kaitan negara peri-peri, klub sepakola, AK 47 dan obat bius:

Vila Alianca

Bagi yang pernah menonton film City of God tentu mengetahui bahwa masih banyak kota-kota di Brasil yang masih dipenuhi dan dikuasai oleh gangster. Salah satu kota tersebut yang memang benar dikuasai para gangster terletak di kawasan Vila Alianca, yang masuk dalam teritori kota Rio de Janeiro. Kawasan ini sangat terkenal seantero Brasil dan kawasan Amerika Selatan sebagai daerah basis para gangster.

Menariknya di daerah ini terdapat sebuah klub sepakbola yang secara perlahan tumbuh dan berkembang. Klub tersebut bernama VA Clube. Klub ini tidak diisi pemain yang hanya berlatih kerjanya. Mereka juga ikut kompetisi, meski sebatas kompetisi amatir dan mengundang sejumlah tim-tim amatir dari Brasil.

Mafia Obat Bius
VA Clube jadi kebanggaan tersendiri bagi warga Vila Alianca yang masih waras. Pasalnya dicap sebagai daerah lembah hitam dan selalu masuk dalam radar penggerebakan kepolisian, hanya VA Clube yang jadi identitas bahwa di daerah ini masih ada kehidupan orang normal. Namun yang sangat disayangkan dari klub ini ialah soal sumber dana.

Secara sepintas para pemain VA Clube layaknya tim kecil yang didanai pengusaha, mereka memiliki jersey resmi yaitu jersey timnas Brasil. Lantas dari mana uang untuk membeli jersey-jersey tersebut? usut punya usut, VA Clube ternyata didanai oleh gangster obat bius terbesar di kawasan tersebut.

Menariknya lagi, kapten dari klub ini yakni Anderson Nascimento yang juga bintang dari klub ini dulunya pernah bekerja sebagai pengedar obat bius yang sering keluar masuk penjara.

AK 47
Seperti dilansir dari america.aljazeera.com, pemilik dari VA Clube memiliki kebiasaan saat timnya bertanding membawa senapan Ak 47 dan selalu masuk ke dalam lapangan kala timnya mencetak gol.
Ia ikut merayakan gol para pemainnya tersebut. Namun cara perayaannya lain dari pada yang lain, si pemilik klub akan lepaskan peluru dari Ak 47 yang selalu ia pegang. Ratusan peluru terlontar dari senapan Ak 47. Pemandangan yang menarik tentunya, cetak gol sembari dihujani ratusan butir peluru.
Turnamen Resmi

Kehadiran VA Clube sebagai klub sepakbola pertama dikawasan tersebut kemudian diikuti oleh sejumlah klub lain yang juga disokong oleh para bandar obat bius. Hal ini tak terlepas dari terobosan yang dilakukan seorang guru bernama Franklin Ferreira.

Franklin Ferreira pada 2011 coba gagas turnamen resmi yang melibatkan sejumlah klub sepakbola di kawasan Vila Alianca. Inisiatif Franklin Ferreira berbuah manis, pada September di tahun yang sama digelar Piala Alianca. Sebanyak 32 tim ikut mendaftar.

Turnamen ini sendiri berhadiah uang sebesar 15ribu dollar. Di laga yang berlangsung di lapangan dekat kawasan tersebut, banyak warga berjejal untuk menyaksikan laga. Dengan bertelanjang kaki mereka menonton sepakbola sementara para kartel obat bius dengan senjata lengkap menonton dari tempat terpisah. Saat terjadi gol, perayaan unik kembali dilakukan yakni hujan peluru.

Advertisements