Butuh 15 tahun untuk sepakbola Kamerun mengakhiri dahaganya untuk bisa meraih gelar. Senin (06/02/17) dinihari, Kamerun sukses mengakhiri perlawan Mesir dengan skor 2-1 di partai puncak Piala Afrika 2017.

Gol kemenangan yang dicetak penyerang Besiktas, Vincent Aboubakar pada menit ke-88 menyudahi perlawanan Mesir yang sempat unggul terlebih dahulu pada menit ke-22 lewat gol pemain Arsenal, Mohamed Elneny sebelum disamakan oleh Nicolas Nkoulou pada menit ke-59.

Skuat berjuluk The Indomitable Lions itu pun berpesta di Stade de l’Amitie yang terletak di Libreville, Gabon. Sukses Vincent Aboubakar dan kawan-kawan meraih gelar Piala Afrika tahun ini membuat Kamerun sudah sebanyak lima kali meraih Piala Afrika.

Hasil fantastis ini juga membayar lunas kegagalan Kamerun di Piala Afrika edisi sebelumnya yang berlangsung di Guinea Khatulistiwa. Kala itu, Kamerun terhenti di babak kualifikasi grup.

Pada turnamen yang dimenangkan oleh Pantai Gading itu, Kamerun bahkan berada di posisi buncit grup D dan hanya meraih 2 poin hasil dari 2 kali imbang dan 1 kali kalah.

Bahkan pada Piala Afrika 2012 dan 2013, Kamerun gagal karena tidak lolos babak kualifikasi. Padahla pada Piala Afrika 2008, Kamerun sukses melenggang ke partai puncak sebelum dikalahkan oleh negara yang tahun ini mereka kalahkan, Mesir.

Padahal Kamerun kala itu dihuni oleh sejumlah pemain yang bisa dibilang sebagai generasi emas mereka seperti Samuel Eto’o yang sukses menyabet gelar top skor. Selain Eto’o, Kamerun di 2008 juga diisi oleh pemain seperti Geremi Njitap, Alexandre Song, atau Stephane Mbia.


Kekecewaan skuat Kamerun di Piala Afrika 2008.

Generasi emas Kamerun 2008 harus puas dengan gelar runner up. Menilik penampilan Kamerun di perhelatan tahun ini, Kamerun sebenarnya tampil dengan langkah awal yang tertatih-tatih di langkah pertama.

Pada laga pertama, Kamerun yang harusnya bisa meraih tiga poin malah hanya mampu bermain imbang 1-1 dengan Burkina Faso. Burkina Faso bahkan lewati Kamerun di klasemen akhir grup A dan keluar sebagai juara grup.

Hadangan kembali dialami Kamerun saat melangkah ke partai perempatfinal. Kamerun harus bertemu salah satu favorit juara, Senegal. Betul saja, bertemu Senegal, Kamerun harus bermain sampai babak adu penalti.

Beruntung bagi Kamerun, pemain terbaik Senegal tahun ini, Sadio Mane gagal eksekusi penalti dan membuat Kamerun menang 5-4 di babak adu penalti. Masuk ke semifinal, tantangan terberat dihadapi Kamerun.

Kamerun harus bertemu dengan tim kuat lainnya, Ghana. Menariknya di pertemuan melawan Ghana, Kamerun malah mampu menang meyakinkan 2-0. Gol Kamerun saat itu dicetak oleh Michael Ngadeu-Ngadjui di menit ke-72 dan Christian Bassogog di injury time babak kedua.

Tiba di partai puncak, Kamerun bertemu dengan tim yang tengah membangun negaranya usai mengalami The Arab Spring beberapa tahun lalu, Mesir.

Mengandalkan dua pemain terbaik mereka, Salah dan Elneny, Mesir berusaha mengulang kejayaan mereka bertemu Kamerun sama seperti 2008 lalu.

Sayang harapan itu kandas setelah Vincent Aboubakar cetak gol di menit-menit akhir babak kedua. Singa Kamerun pun sukses membalaskan dendam 9 tahun usai berpuasa 15 tahun lamanya.

Prestasi Kamerun di Piala Afrika: 

Advertisements