Anggaran Penerimaan Belanja Daerah (APBD) Papua pada 2016 hanya sekitar Rp1 triliun, angka ini turun 65 persen jika dibanding dengan APBD tahun sebelumnya. Papua yang penuh dengan ’emas’ memang selalu terpinggirkan dalam banyak hal.

Dana ‘kecil’ tersebut kemudian lebih banyak dialokasikan untuk proyek pembangunan infrastruktur, utamanya pembangunan jalan yang memang sangat dibutuhkan di Papua. Jadi bisa dibayangkan, berapa total anggaran di serap oleh dinas Olahraga Papua, tentu sangat sedikit.

Namun, terlepas dari hal tersebut, Papua tak pernah menyerah. Talenta berbakat dari provinsi paling timur Indonesia selalu muncul tiap tahunnya. Di bidang sepakbola, stok pemain berkualitas asal Papua selalu muncul.

Di tengah keterbatasan, pesepakbola muda Papua muncul dan membuat publik terhenyak dengan talenta dan skill mereka. Tidak hanya publik nasional yang berdecak kagum dengan skill dan kemampuan pesepakbola Papua, dunia Internasional bahkan mengakuinya.

Tidak mengherankan jika kemudian, sejumlah klub asal Eropa memiliki minat besar untuk bisa mendidik dan merekrut pesepakbola asal Papua. Sejumlah pesepakbola Papua yang bertalenta beruntung saat ini tengah merintis di Eropa. Siapa saja mereka?

Andreas Gobai

Pesepakbola yang berposisi sebagai penjaga gawang ini ialah salah satu dari dua pemuda asal Papua yang sukses mengikuti training camp Manchester United di Bali beberapa waktu lalu. Gobai rencananya akan mengikuti training di Manchester United.

Gobai sendiri merupakan anak didik di sekolah sepakbola (SSB) Petra. “Ini sudah dua kali anak didik kami lolos ke Mancester United. Sebelumnya ada Delvin Taplo,” kata Billy Brando, salah satu pelatih SSB Petra Sentani.

Billy mengatakan lolosnya dua anak didik SSB Petra ke Manchester United untuk ikuti latihan jadi momentum sangat baik bagisepakbola Papua. Ini jadi salah satu bukti bahwa sepakbola Papua tidak pernah kehabisan bakat hebat di lapangan hijau.

Daniel Pahabol

Selain Gobai, satu lagi siswa dari SSB Petra yang juga catatkan nama bagus di ajang training camp Manchester United di Bali beberapa waktu lalu. Ia adalah Daniel Pahabol. Jika Gobai berposisi sebagai kiper, maka Pahabol ialah seorang penyerang.

Silas Ohee, pemiliki sekaligus pelatih di SSB Petra mengatakan bahwa prestasi anak asuhnya merupakan hasil dari ketulusan dan komitmen yang tinggi dari SSB untuk pembinaan sepakbola di usia dini.

“Untuk sampai pada tahapan seperti ini tidak semua orang mau melakukannya, apalagi tanpa dukungan dari pihak lain. Ini sudah menjadi komitmen kami dengan tanpa henyi melakukan yang terbaik bagi anak didik kita,” kata Ohee.

Delvin Taplo

Sebelum Gobai dan Pahabol, ada juga siswa dari SSB Petra yang berangkat ke Manchester, Inggris untuk training camp. Ia adalah Delvin Taplo. Delvin yang akrab disapa Deltex sempat berlatih di Manchester United Soccer School.

Menurut Deltex seperti dilansir situs resmi SSB Petra mengatakan bahwa dua juniornya, Gobai dan Pahabol akan mendapat banyak hal saat mendapat ilmu di Manchester.

“Salah satu ilmu yang saya dapat disana ialah soal kedisplinan. Disana pemain harus memiliki displin yang tinggi. Itu terlihat dari latihan mereka yang benar-benar fokus dengan memperhatikan intruksi pelatih,” kata Deltex.

Revalino Marbon

Pada 2014 lalu, tak publikasi yang banyak dari media nasional, klub lokal asal Papua sukses membuat silau eks finalis Liga Champions asal Spanyol, Valencia dengan talenta pemain mereka.

Klub, Reliv Crhista FC yang saat itu melakukan tur ke Belanda menghasilkan sejumlah pemain mereka yang kemudian dibidik oleh klub Eropa, salah satunya Valencia.

Ada lebih dari dua pemain klub ini yang ditarik oleh Valencia untuk melakukan training camp. Salah satunya ialah Revalino Marbon.

“Untuk Revalino sudah berangkat pada Minggu (19/06) lalu sedangkan ketiganya akan menyusul secepatnya,” kata Mesak.

Revalino sendiri akan berada di Valencia selama satu tahun. Revalino menurut Mesak selain berkarier di Valencia juga untuk melanjutkan studi pendidikannya di luar negeri.

Marinus Wanewar

Selain Revalino Marbon, pemain binaan klub Reliv Crhista FC yang juga dibidik oleh Valencia ialah Marinus Wanewar. Berbeda dengan program Espanyol B yang sempat merekrut Evan Dimas, perekrutan pemain muda Papua ini merupakan permintaan resmi dari Valencia.

Peluang para pemain muda Papua ini untuk mendapat kontrak resmi dari Valencia tergantung hasil evaluasi mereka setelah magang selama tiga bulan.

Wanewar sendiri sebelumnya sempat membela Persipura dan memperkuat tim PON Papua dan tim PON Papua Barat.

Advertisements