Jika kita mengatakan bahwa ‘kiblat’ untuk sepakbola dunia ialah Italia tentu tidak salah. Pasalnya sejak abad ke-19, negara ini sudah memiliki klub dan kompetisi sepakbola.

Salah satu kota di Italia yang memiliki klub sepakbola di abad ke-19 ialah kota Milan. Kota yang disebut sebagai pusat fashion dan mode dunia ini memiliki Associazione Calcio Milan yang berdiri pada 16 Desember 1899. Kala itu, AC Milan jadi satu-satunya klub sepakbola dan kriket di kota tersebut.

Berdirinya AC Milan tidak lepas dari peran orang Inggris bernama Alfred Edwards dan Herbert Kilpin, dua pria asli Nottingham. Maka sejak berdirinya AC Milan lebih banyak didominasi pemain Inggris dan Italia.

Masalah ini yang kemudian mendorong sejumlah pemuda asli kota Milan dan Swiss untuk mendirikan klub lain. Klub yang bisa menampung sejumlah pemain di luar Inggris dan Italia yang dipinggirkan oleh AC Milan.

Para pemuda berkewarganegaraan Swiss dan Italia yang mendirikan Inter Milan.

Giorgio Muggiani, Bossard, Lana, Bertoloni, De Olma, Enrico Hintermann, Arturo Hintermann, Carlo Hintermann, Pietro Dell’Oro, Hugo dan Hans Rietmann, Voelkel, Maner, Wipf, dan Carlo Arduss, ialah para ‘sang pencerah’ yang mendirikan klub baru bernama Internazionale.

Tepat hari ini, 09 Maret 2017, 109 tahun lalu, Internazionale resmi berdiri. Giorgio yang saat itu berprofesi sebagai pelukis kemudian merancang logo klub yang dipakai hingga detik ini.

“Hitam dan biru dengan latar belakang bintang emas itu akan disebut Internazionale, karena kita adalah saudara dari dunia,” tulis pernyataan klub pada 09 Maret 1908.

Darah pemberontak dan rezim fasis

Sebagai klub ‘pemberontak’, Internazionale tercatat sebagai klub yang pernah keluar dari Federasi Sepakbola Italia atau yang lebih dikenal FIGC. Internazionale keluar dari FIGC pada 1921.

Internazionale kala itu lebih memilih untuk bergabung dengan Confederazione Calcistica Italiana (CIC), organisasi tandingan FIGC. Bermain di kompetisi yang digulirkan CIC, Internazionale hanya mampu mengumpulkan 11 poin.

Beruntung bagi Internazionale, klub ini tidak terdegradasi setelah adanya kesepakatan bersama antara FIGC dan CIC untuk mengakhiri dualisme di sepakbola Italia, kesepakatan antar keduanya ini kemudian dikenal dengan nama Compromesso Colombo. Internazionale kembali ke pangkuan FIGC.

Perjalanan Internazionale di awal abad ke-20 memang lebih banyak didominasi dengan cerita pemberotakan dan bentrokan dengan penguasa fasis yang menguasai Italia.

Internazionale bahkan harus berganti nama oleh rezim fasis Italia yang dikuasai Benito Mussolini. Kala itu, Internazionale harus berganti nama menjadi Societa Sportiva Ambrosiana pada 1928. Selang setahun, nama itu kembali diubah menjadi AS Ambrosiana.

Pemilihan nama AS Ambrosiana dikarenakan petinggi klub menuruti perintah dari Benito Mussolini yang menginginkan klub sepakbola di Italia mempunyai nama yang khas Italia. Tidak berhenti disitu, nama  hanya bertahan sampai 1931, klub ini kembali memiliki nama baru yakni AS Ambrosiana-Inter.

Baru 3 tahun sebelum Indonesia merdeka, klub ini resmi meninggalkan nama AS Ambrosiana-Inter dan memakai nama Internazionale Milano hingga detik ini.

Dari Italia untuk Italia

Di awal berdirinya, Inter Milan dilatih oleh pria asli Milan, Virgilio Fossati. Fossati melatih Inter Milan dari 1909 sampai 1915. Di era kepelatihan Fossati, Inter Milan sukses memboyong trofi Serie A pertama pada musim 1909/10.

Usai Fossati tidak lagi melatih Inter pada 1915, klub ini tidak memiliki catatan sejarah siapa pelatih berikutnya. Baru pada 1919, muncul nama Nino Resegotti dan Francesco Mauro jadi pelatih Inter Milan. Dua pelatih ini sukses meraih gelar kedua Inter di Serie A pada musim 1919/20.

Setelah dua kali dilatih oleh pria Italia, Inter diasuh oleh pria asal Inggris, ia adalah Bob Spottiswood. Dilansir dari situs resmi klub dan buku karangan Ian King berjudul Crystal Palace: A Complete Record 1905–2011, Spottiswood merupakan pelatih kelahiran Carlisle, Inggris dan sempat tercatat sebagai pemain di Crystal Palace pada 1909 hingga 1915.

Usai Spottiswood tak lagi melatih dan Inter kembali dilatih pelatih asal Italia bernama Paolo Schiedler, Inter Milan tercatat dari 1926 hingga 1936 dilatih oleh 6 pelatih asal Hungaria.

Kursi kepelatihan Inter Milan memang terbilang cukup unik dengan diisi sejumlah pelatih dari luar Italia. Tercatat sejak berdiri hingga sekarang, Inter Milan sempat dilatih oleh 24 pelatih dari 9 negara non Italia.

Selain Inggris dan Hungaria, Inter sempat diasuh oleh pelatih dari Austria, Wales, Argentina, Spanyol, Rumania, Brasil, hingga Paraguay. Saat ini usai dipecatnya pelatih asal Belanda, Frank de Boer, Inter Milan kembali diasuh oleh pelatih asli Italia, Stefano Pioli.

Anak Jakarta Runtuhkan ‘Budaya’ 105 tahun

Sejak berdiri pada 09 Maret 1908, Inter Milan selalu dikuasai oleh Presiden klub asal Italia. Mereka seolah lupa hakekat berdirinya klub ini yakni, “karena kita adalah saudara dari dunia”.

Nama-nama seperti Giovanni Paramithiotti, Ettore Strauss, hingga Angelo dan Massimo Moratti jadi pemilik dari klub ini. Kesemuanya adalah orang Italia.

Pada 2013 atau tepat 105 tahun setelah berdiri muncul pria kelahiran Jakarta yang menggeser posisi Presiden Inter, Massimo Moratti yang sudah berkuasa sejak 1995. Pria itu bernama Erick Thohir.

September 2013, Massimo Moratti mengumumkan ke publik bahwa ia sudah menjual mayoritas sahamnya sebesar 70 persen ke Thohir. Namun setelah negosiasi panjang disepakati bahwa Thohir hanya menguasai 60 persen saham Inter Milan. 15 November 2013, era baru Inter Milan muncul setelah Thohir ditetapkan secara resmi sebagai Presiden Inter Milan.

Setelah tiga tahun memimpin Inter Milan pada Juni 2016, Thohir menjual sebagian besar sahamnya ke pengusaha lain, namun bukan pengusaha dari Italia melainkan dari Negeri Tirai Bambu, China yakni ke Suning Holding Grup yang dipimpin oleh Zhang Jindong.

Meski mendapat pro kontra di kalangan suporter dan internal Inter Milan, aksi Thohir ini seperti mengingatkan bahwa sejak berdiri Inter Milan ialah klub terbuka untuk semua orang dari belahan dunia mana pun.

“…karena kita adalah saudara dari dunia”

Advertisements