Kala Mark Zuckerberg mendirikan Facebook beberapa waktu lalu, penemuan tersebut bisa disebut sebagai salah satu ‘keajaiban dunia’ abad ke-20. Konsep Zuckerberg dan rekan-rekannya saat menciptakan Facebook tidak hanya terfokus pada jejaring sosial,namun menangkap dinamika yang berkembang di tengah masyarakat.

Dinamika ini yang kemudian masuk dalam platform bisnis para penemu sosial media, tak terkecuali Zuckerberg dengan Facebook miliknya. Salah satu dinamika yang mereka tarik ke platform bisnis mereka ialah olahraga.

Dikutip dari sportspromedia.com, saat masyarakat dunia sangat membutuhkan informasi yang cepat terkait perkembangan klub sepakbola favorit mereka, atau soal hasil pertandingan, di situlah sosial media hadir untuk jadi bagian pemenuh kebutuhan masyarakat tersebut.

Kondisi ini memang tak bisa dipungkiri dari efek kemajuan teknologi. Twitter, ‘pesaing’ Facebook misalnya menyebut bahwa mereka akan selalu menjaga followers mereka yang sangat dekat dan membutuhkan informasi olahraga.

 Ilustrasi penggunaan sosial media di kalangan pencinta olahraga.

“Satu-satunya cara ialah terus menyajikan konten olahraga dengan bermitra dengan sejumlah media olahraga ataupun klub olahraga,” kata Danny Keens, kepala Twitter bagian kemitraan olahraga.

Twitter memang tak dipungkiri saat ini jadi pelengkap alami dari hidup olahraga. Tweet-tweet tentang olahraga akan selalu jadi trending hampir tiap hari.

Menariknya tidak hanya sepakbola saja yang menjadi trending di Twitter, olahraga lain yang tidak terlalu populer pun bisa jadi trending di Twitter. Sebagai contoh, saat perhelatan Piala Dunia Rugby beberapa waktu lalu, Twitter mencatat ada 6,8 miliar tweet tentang rugby saat itu.

Twitter bahkan selangkah lebih maju untuk menarik pencinta olahraga. Penggunaan hastag misalnya yang jadi bagian dari fitur mereka untuk para followers-nya.

Untuk tingkatan kompetisi, baik Facebook maupun Twitter akan bekerjasama dengan media olahraga ataupun badan yang mengurus kompetisi tersebut.

Alur saat pencinta olahraga menshare video olahraga ke sosial media.

“Elemen kedua yang membuat kami (sosial media) jadi kekuatan untuk olahraga saat ini ialah kami bermitra secara resmi untuk sejumlah kompetisi seperti Super Bowl di Amerika Serikat ataupun Liga Champions,” kata Dan Reed, perwakilan Facebook yang mengurus kemitraan olahraga.

Reed menambahkan saat perhelatan Super Bowl, Facebook secara resmi bekerjasama dengan National Football League (NFL) dan salah satu media olahraga ternama Amerika Serikat, NBC.

Dalam banyak kasus untuk kemitraan ini, Reed menyebut bahwa Facebook menciptakan dan berbagi jaminan pemasaran yang saling menguntungkan. Tidak hanya memfasilitasi saluran komunikasi dengan pencinta olahraga namun juga bagaimana secara omset juga memiliki dampak.

“Golden State Warrios misalnya memanfaatkan alat pemasaran Facebook dengan keterlibatan organik. Untuk penjualan tiket, penjualan jersey dan sebagainya. Itu menguntungkan untuk manajemen Golde State Warriors,” kata Reed.

Sosial media memang sudah jadi kekuatan yang sangat nyata untuk perkembangan satu olahraga. Sederhananya, sebuah studi di India mengungkap fakta bahwa sembilan dari sepuluh pengguna Twitter ialah penggemar olahraga kriket.


Fakta lain soal sosial media dan olahraga.

“Twitter telah berkembang menjadi media di mana Anda tinggal mengetik 140 karakter, men-share foto, video atau GIF tentang klub sepakbola atau pemain favorit Anda,” kata Aneesh Madani, perwakilan Twitter di India.

Keunggulan yang dimiliki sosial media ini kemudian membawa kita bisa melihat bagaiamana laga final Piala Dunia 1990 misalnya, atau dokumentasi foto saat Pele menjuarai Piala Dunia bersama Brasil.

Advertisements